Wisata Budaya Rumah Bentang Ompu Domu

Kamis, 08 Januari 2015

Yasin

Wisata Budaya

Dibaca: 1593 kali

Ompu’ Domu atau lebih dikenal dengan Rumah Bentang adalah salah satu peninggalan Suku Dayak Dosan yang terdapat di Kampung Kopar, Kecamatan Parindu yang berjarak kurang lebih 40 km dari kota Sanggau. Rumah Bentang ini merupakan salah satu rumah-rumah khas suku Dayak yang masih dalam keadaan asli. Rumah Bentang Panjang adalah rumah tradisional masyarakat Dayak Kabupaten Sanggau, yang juga dikenal dengan Ompu Domu. Sesuai dengan namanya, rumah Bentang berbentuk bangunan rumah yang sangat panjang dan terdapat 20 kamar serta mempunyai tiang penyangga 2 meter yang terbuat dari kayu Belian. Ruang di bawah lantai rumah berfungsi untuk memelihara ternak. Masyarakat Dayak zaman dahulu hidup bersama dalam suatu rumah, mendidik anak dan menyelenggarakan upacara.

Rumah asli dari Kabupaten Sanggau yang berpotensi menjadi objek wisata ini dibagi dalam dua golongan besar, yakni perumahan suku Dayak (rumah panjang) dan suku Melayu, dimana bentuk dan posisi bangunannya agak berbeda dan masing-masing mempunyai ciri khas tersendiri. Perumahan suku Dayak tidak semuanya sama, baik bentuk rumahnya maupun bentuk tangganya. Bentuk tangganya dapat memberikan arti sukunya dan yang masih bertahan dalam rumah panjang adalah mereka yang tinggal di pedalaman Kabupaten Sanggau.

Panjang rumah Suku Dayak di Kabupaten Sanggau umumnya sekitar 100 meter dan lebar rumah Bentang ini kurang lebih 25 meter di bagi dalam 3 ruangan. Ruang depan yang tidak berdinding adalah tempat penghuni menyelenggarakan upacara adat, menerima tamu dan berangin-angin serta mengerjakan sesuatu (mengannyam misalnnya). Bagian tengah memanjang di bagi-bagi untuk ruang tidur tiap keluarga. Di ruangan ini pula, penghuni melakukan makan atau minum. Bagian belakang sebagai dapur.

Rumah betang merupakan rumah adat suku dayak yang memiliki keunikan, selain karena bentuknya yang panjang dan berbeda dibanding rumah biasa lainnya, rumah panjang juga berpanggung, sehingga terlihat panjang dan berpanggung.rumah ini di bangun dengan tiang tinggi lebih dari 2 meter , sehingga orang dapat leluasa berjalan di bawah dan di  dalam rumah.Konon rumah betang pada masa itu di bangun setinggi-tinggi untuk menghindari serangan dari musuh-musuh dan mencegah musuh naik ke dalam rumah.

Rumah betang di buat dari hilir ke hulu di mana bagian hilir searah dengan matahari terbenam dan bagian hulu searah dengan matahari terbit,rumah betang juga tidak boleh di bangun menyimpang dari bentuk asli dan di buat asal jadi, tergesa-gesa, terpaksa dengan alasan jangan sampai tidak ada atau dengan lasan malu jika di anggap tidak mampu mendirikannya, tetapi harus di rencanakan secara matang baik model, kapasitas, biaya serta mutu bahan yang diperlukan sehingga rumah betang idaman itu nantinya

sungguh - sungguh dapat terwujud sebagai sebuah monumen yang mampu menggambarkan betapa tingginya nilai budaya suku dayak pada masa lalu.

Pada saat pembangunan rumah betang masyarakat suku dayak melakukan ritual apay jangut, setelan menancapkan tiang, masyarakat suku dayak melakukan ritual untuk persembahan para leluhur dengan memotong ayam dan babi.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas

Pencarian

Air Terjun Saka Dua

Dibaca: 3165 kali

Wisata Danau Lait

Dibaca: 1937 kali

Mess Pemda Sanggau

Dibaca: 1715 kali

PERESMIAN JEMBATAN TAYAN

Kamis, 24 Maret 2016

KONSER MUSIK DI ENTIKONG

Senin, 29 Februari 2016

STUDY TOUR KADISBUDPAR SANGGAU KE BALI

Minggu, 28 Februari 2016

RUMAH BETANG PANJANG KOPAR

Kamis, 10 September 2015

MASJID JAMI’ DARUSSALAM

Kamis, 10 September 2015



semua agenda

Agenda

15 Agustus 2015
Hiburan Rakyat 17 Agustus
01 Juni 2015
Musyawarah Adat Dayak
semua download

Download

Jajak Pendapat

Fasilitas apa yang perlu ditambah atau diperbaiki di Objek Wisata Pancur Aji ?
Fasilitas MCK, Parkir dll
Water Boom
Taman Bermain
Akses Jalan

Lihat